Saturday, 1 June 2019

Assalamu'alaikum wr.wb.

Yang masih memiliki nyawa, indera perasa dan indera pendengaran dalam kondisi baik pasti menjawabnya denga semangat. Karena saya mendo'akan keselamatan bagi antum semua.

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillahi rabbil a'lamiin. wabihi nasta'in. wa'ala ummu riddunya wa addiin. washsholatu wassalamu 'ala ashrofil anbiya iwal mursalin. wa 'ala alihi washohbihi ajma'in. amma ba'du.

Sepertinya kondisi manusia-manusia pada hari ini berbeda-beda. Ada yang lagi badmood. ada yang lagi good mood. Ada lagi yang galau. Ada yang tak terpantau. Ada yang bahagia. Ada yang tersiksa. tetapi apapun itu kondisinya kita harus senantiasa bersyukur kepada yang Maha Pemberi Nikmat dimana atas nikmatNya juga karuniaNya kita dapat dipertemuka dengan yang sholeh, dengan yang sholehah.

Alhamdulillahirobbil'alamiin.


Dan tidak lupa juga kita sampaikan shalawat dan salam terbaik kita kepada sebaik-baiknya umat di muka Bumi ini yakni Rasulanaa Muhammad SAW. dengan melafadzkan "Allahumma Shalli wa sallim A'la Muhammad wa a'la ali Muhammad"


Para hadirin yang selamat sentosa. Saat ini indera penglihatan kita semua akan diberi sedikit hidayah yang insyaallah akan berguna bagi nusa dan bangsa. Tapi yang indera penglihatannya masih off harap segera di on kan. Saya untuk pertama kalinya di blog ini akan membawakan tema "Syahru Ramadhan Sayyidu Syuhur" artinya itu Bulan Ramadhan adalah Tuan dari segala bulan. Maksudnya adalah Bulan Ramadhan ini sangat dihormati kedatangannya. Bulan Ramadhan ini menjanjikan berbagai macam kebaikan bagi siapapun yang berlaku baik padanya. Bulan Ramadhan juga termasuk Bulan Haram karena jika engkau melakukan dosa di dalamnya itu akan terhitung berlipat ganda. Bukankah begitu definisi seorang tuan? Maka dari itu kita harus pandai-pandai di Bulan Ramadhan ini.


Belum lama ini saya mendapatkan sedikit tausyiah dari Al-Ustadz saya lupa siapa namanya. Tapi saya ingat isi tausyiahnya. Begini kira-kira isinya.

Bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah. Kalo kata para ulama Ramadhan itu terdiri dari huruf hijaiyah apa saja? Ra mim dha alif dan nun. Ra artinya RAHMAT. Karena huruf ra  ini letaknya ada diawal maka diartikan bahwa awal bulan Ramadhan ini Allah merahmati seluruh umatnya. Terlebih lagi yang menyambut kehadirannya. Mim artinya Maghfirah (pengampunan). Karena letak huruf mim ini ada di tengah artinya Allah seantiasa memberikan pengampunan terhadap hambanya yang memohon. Maka dari itu jika sudah memasuki tengah bulan Ramadhan perbanyaklah istighfar kepada yang Maha Pengampun. Tetapi lebih baik lagi jika kita terus beristighfar kepada Allah SWT. sejak masuknya bulan Ramadhan dan alangkah lebih baiknya lagi jika kita sudah memohon ampun kepada Allah SWT. sejak jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan. Maka dari itu disini ada budaya maaf-maaf an dulu sebelum menyambut bulan suci penuh berkah ini. Oh ya, perlu diingat dalam hal pengampunan Allah SWT. senantiasa mengampuni segala dosa hambaNya terhadap Allah SWT. Seluruh dosanya. Mau itu sebanyak garam di lautan Allah sanggup mengampuninya. Tetapi jika dosa kita dengan sesama makhluk, Dosa kita tidak akan pernah gugur jika kita belum mminta maaf kepada yang didzalimi. Mau kita sampai nangis di hadapan Allah "Ya Allah dosa hamba kepadanya sangat besar. Tolong ampuni dosa hamba Ya Allah" Tetap. Dosa itu tidak akan gugur jika engkau tidak sempat meminta maaf kepadanya. Maka dari itu sudahkah kita saling memafkan sebelum masuk ke dalam bulan suci dan mensucikan ini?

Selanjutnya dha artinya dihindarkan, dijaminkan tidak akan masuk, dilarikan. Alif artinya api. Dan nun artinya neraka. Berarti kita senantiasa dihindarkan dari api neraka. Karena kiat berjumpa dengan bulan Syawal itu diibaratkan bayi baru lahir. Bayi yang suci tidak ada dosa sama sekali. Karena pada bulan Ramadhan itu setan semua dibelenggu. Neraka ditutup rapat-rapat. Syurga dibuka lebar-lebar. Tapi kenapa masih banyak yang melakukan maksiat terhadap Allah? Allah sudah membelenggu para syaithan, para iblis. Janganlah lagi kita yang mendekatinya. Allah sudah menjanjikan kita pada bulan Ramadhan ini tetapi masih tetap saja ada yang berani berbuat maksiat di depan Sayyidu Syuhur ini. Cepat-cepatlah kalian mohon ampun dengan Allah. Dan jangan pernah melakukan dosa yang sama, karena itulah yang dinamakan taubat. Bukankah kita seharusnya bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan kali ini?! Ada yang satu bulan sebelum bulan Ramadhan sudah dipanggil terlebih dahulu. Asa yang satu hari menjelang bulan Ramadhan tubuhnya sudah direnggut nyawanya. Bahkan ada yang ketika dengar adzan Ashar tepat sebelum pas Maghribnya itu bulan Ramadhan sudah terbaring diatas tanah. 

Bukankah kita termasuk orang yang beruntung karena dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat walafiat. Ada banyak manusia terbaring di rumah sakit saat ini bukan? Mereka semua ketika memasuki bulan Ramadhan berdo'a "Ya Allah sembuhkanlah hambamu yang luput dari dosa ini. Biarkanlah hamba menjalankan kewajiban darimu untuk berpuasa di bulan suci kali ini. Ya Allah angkatlah penyakit dalam tubuh ini" Akankah kita masih tetap loyo menyambut bulan Ramadhan ini? Maka dari itu kita sambut bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak mengingat Allah. Me reschedule jadwal ibadah pada bulan ini. Mari kita layani Sayyidul Syuhur ini dengan baik supaya tidak sia-sia jika kita hanya melakukannya setengah-setengah.

Ya.. kira-kira seperti itulah tausyiah yang terserap di otak saya ketika Al-Ustadz berceramah. Walaupun tidak banyak tapu semoga bermanfaat.

 Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu'alaikum wr. wb.

No comments:

Post a Comment

Assalamu'alaikum wr.wb. Yang masih memiliki nyawa, indera perasa dan indera pendengaran dalam kondisi baik pasti menjawabnya denga sem...